Rembulan di Langit hatiku
Di kamar ini, sore ini begitu senyap, angin berhembus dengan perlahan hingga tak terdengar gerakannya. Hiruk pikuk keributan suara di kos tetangga-tetangga sebelah pun “tumben” tak terdengar seperti biasanya, tak ada gaduh, tak ada suara, tak ada kebisingan anak-anak SMU pacaran yang berkunjung.
Di kamar ini, aku duduk, di kursi kerja, di hadapanku notebook, mendengar salah satu musik
yang sudah lama sekali tidak kudengarkan, musik nasyid. Ya musik nasyid. Lama
sekali aku sudah kehilangan nuansa keasyikan mendengar aliran musik yang satu
ini. Hanya satu lagu yang muncul di playlist “rembulan di langit hatiku” karya
Seismic, aku repeat track dan asyik aku mengetik ditemani
lagu nasyid ini. Mungkin teringat masa-masa dakwah kampus dahulu, masa di mana
kegamangan, ghiroh, rasa sayang dan cinta campur aduk menjadi satu.
Continue reading →

Social Widget